Nadiem Percepat Perbaikan Bangunan Sekolah Terdampak Gempa Cianjur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu 26

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengapresiasi guru-guru SMA Negeri 2 Cianjur yang mampu mengelola peserta didiknya dengan baik, sehingga aman dari dampak gempa Cianjur pada Senin (22/11/2022).

"Saya mengapresiasi guru-guru yang mengamankan siswa saat terjadi bencana, sampai tidak ada korban jiwa sama sekali. Inilah yang disebut pahlawan karena bisa memastikan siswanya yang sedang belajar bisa berada di tempat aman," kata Nadiem dalam keterangan resminya, Kamis (23/11/2022).

Nadiem menyampaikan, Kemendikbud Ristek akan terus berupaya menghadirkan berbagai dukungan untuk mempercepat pemulihan satuan pendidikan dan warga pendidikan dari dampak gempa.

Perbaikan bangunan sekolah, sebut Nadiem, akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tak luput, dia mengaku untuk memenuhi hak belajar anak, beragam moda pembelajaran dapat diterapkan dalam masa tanggap darurat ini.

Kewenangan pengelolaannya menyesuaikan situasi dan kondisi peserta didik, pendidik, dan sarana yang ada.

Pengaturannya akan dikembalikan kepada Dinas Pendidikan setempat sesuai kewenangannya.

"Namun, kita harus utamakan keselamatan dan pemulihan dari trauma akibat bencana yang dialami. Saya rasa itu yang utama saat ini," tutur Nadiem.

Saat mendampingi Mendikbudristek meninjau bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, Kepala SMA Negeri 2 Cianjur, Haruman Taufik mengungkapkan sekolahnya terdampak dua kali gempa. Gempa pertama tidak membuat bangunan sekolah rubuh.

Saat itu, jelas Haruman, para guru dengan sigap menginstruksikan seluruh peserta didik untuk meninggalkan ruang kelas dan berkumpul di lapangan.

Lalu, setelah gempa kedua atau susulan, barulah membuat kerusakan yang lebih parah terutama enam ruang kelas di lantai 2.

"Saya salut dengan kesigapan para guru yang segera membawa anak-anak ke tempat aman," ujarnya.

Haruman menekankan, siapapun dalam situasi bencana harus tetap tenang agar bisa mencari solusi.

Selain kerusakan enam kelas di lantai dua. Fasilitas belajar di kelas juga mengalami kerusakan.

Pada masa tanggap darurat ini, para guru masih fokus untuk penyembuhan atas trauma yang dirasakan. Sehingga proses pembersihan dan pendataan fasilitas yang rusak belum dilakukan.

"Harapan saya anak-anak tetap sabar dan kuat menghadapi musibah ini dan tidak kehilangan semangat untuk segera bangkit kembali menuntut ilmu," kata Haruman.

Menteri Nadiem sangat bersyukur karena satuan pendidikan kini semakin memahami pentingnya tanggap bencana.

"Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk semua," ujarnya.

Kita semua turut berduka, atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di country gempa Cianjur. Mari bantu mereka dengan apapun kita mampu, bantuan doa dan donasi akan sangat bermanfaat bagi mereka.

Uluran tangan Anda dapat disalurkan melalui link: bit.ly/bantukorbancianjur

#MariBersamaBerdonasi_

Please Subscribe our channel